"Ki, kami masih ada urusan di kantor. Kami semua pamit dulu, ya," ucap salah satu rekan Kiara yang tampaknya mulai merasa tidak nyaman dengan situasi di antara dua sahabat itu.Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, beberapa rekan lainnya ikut berpamitan. Mereka sempat memberikan senyuman tipis kepada Kiara sebelum beranjak meninggalkan ruang rawat tersebut. Pintu pun kembali tertutup, menyisakan keheningan yang terasa begitu canggung.Kini, hanya ada Anggi dan Kiara. Keduanya saling pandang tanpa ada satu pun yang berinisiatif membuka percakapan. Anggi masih duduk di kursi samping ranjang, sementara Kiara berusaha mempertahankan ketenangannya meski jantungnya berdegup semakin kencang.Anggi akhirnya mengembuskan napas panjang. Matanya masih tertuju pada Kiara, seolah sedang berusaha mencari sesuatu dari wajah sahabatnya itu."Ki, apa tidak ada yang mau kamu katakan padaku?"Kiara menelan ludah. Ia sudah bisa menebak bahwa kedatangan Anggi bukan sekadar untuk
Read more