Share

OK bab. 53

last update publish date: 2026-10-17 11:00:32

Kiara telah melarang Diego mengunjunginya selama beberapa hari. Awalnya, Diego sempat menolak karena tidak tega membiarkan Kiara menghadapi masalahnya seorang diri. Namun, ucapan Kiara yang sedikit mengancam akan semakin menjauh darinya jika ia tetap nekat datang membuat Diego tak punya pilihan selain mengalah.

Meski begitu, bukan berarti Diego bisa benar-benar tenang meninggalkan wanita yang dicintainya itu sendirian.

Diego menempatkan dua orang perawat pribadi untuk menemani Kiara a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Orang ketiga.   OK bab. 54

    Gosip itu menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kantor, bahkan lebih cepat daripada jamur yang tumbuh di musim hujan.Kiara mulai merasa tidak nyaman. Bisik-bisik serta tatapan sinis yang dilayangkan teman-teman sekantornya cukup membuat wanita itu merasa seolah dirinya telah melakukan kesalahan besar. Setiap kali melewati sekelompok karyawan, percakapan yang semula terdengar ramai mendadak terhenti. Namun, begitu ia berlalu, suara-suara lirih itu kembali terdengar, disertai tawa kecil yang berusaha disamarkan.Kiara berusaha bersikap seolah tidak mengetahui apa pun. Ia tetap berjalan dengan kepala tegak, meskipun hatinya terasa sesak. Ia sudah cukup lelah menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Kehamilan yang harus ia rahasiakan, hubungannya yang rumit dengan Diego, serta keputusannya untuk menjauh dari pria itu sudah menguras hampir seluruh tenaganya.Kini, ia harus berhadapan pula dengan gosip yang bahkan tidak ia ketahui dari mana asalnya."Memangny

  • Orang ketiga.   OK bab. 53

    Kiara telah melarang Diego mengunjunginya selama beberapa hari. Awalnya, Diego sempat menolak karena tidak tega membiarkan Kiara menghadapi masalahnya seorang diri. Namun, ucapan Kiara yang sedikit mengancam akan semakin menjauh darinya jika ia tetap nekat datang membuat Diego tak punya pilihan selain mengalah.Meski begitu, bukan berarti Diego bisa benar-benar tenang meninggalkan wanita yang dicintainya itu sendirian.Diego menempatkan dua orang perawat pribadi untuk menemani Kiara agar wanita itu tidak merasa sendirian. Perawat itu sangat profesional, mereka tidak hanya membantu kebutuhan Kiara, tetapi juga bisa menjadi kawan mengobrolnya di kala bosan menerpa.Dua hari di rumah sakit akhirnya Kiara diizinkan untuk pulang ke rumah. "Suster, setelah ini kalian kembali saja. Rumahku kecil jadi aku tidak bisa membawa kalian pulang bersamaku," ujar Kiara pada keduanya saat mereka tengah membereskan peralatannya untuk pulang ke rumah."Mbak gak usah khawatir, kami

  • Orang ketiga.   OK bab. 52

    Suara pecahan kaca terdengar nyaring, memecah keheningan rumah kecil yang tampak kumuh dengan barang-barang berserakan di berbagai sudut. Nara berdiri dengan tatapan tajam, kedua tangan bertengger di pinggang. Sorot matanya penuh kemarahan saat menatap sang ibu yang terduduk di kursi sambil memegangi dada, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu tak beraturan. Rumah sederhana yang mereka tempati berada di sebuah gang sempit. Dindingnya mulai kusam, sementara perabotan di dalamnya tak banyak. Namun, sore itu, suasana rumah terasa jauh lebih sesak daripada biasanya. "Kenapa hidup kita jadi seperti ini? Rumah ini benar-benar membuatku gila!" gerutu Nara sembari menyapu pandang ke sekeliling dengan ekspresi jijik. Tatapannya kemudian beralih kepada Ranti yang masih terduduk lemas. Gurat kelelahan tampak jelas di wajah wanita paruh baya itu. Tubuhnya yang dulu selalu terbalut pakaian bagus dan mahal kini hanya mengenakan setel

  • Orang ketiga.   OK bab. 51

    "Ki, kami masih ada urusan di kantor. Kami semua pamit dulu, ya," ucap salah satu rekan Kiara yang tampaknya mulai merasa tidak nyaman dengan situasi di antara dua sahabat itu.Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, beberapa rekan lainnya ikut berpamitan. Mereka sempat memberikan senyuman tipis kepada Kiara sebelum beranjak meninggalkan ruang rawat tersebut. Pintu pun kembali tertutup, menyisakan keheningan yang terasa begitu canggung.Kini, hanya ada Anggi dan Kiara. Keduanya saling pandang tanpa ada satu pun yang berinisiatif membuka percakapan. Anggi masih duduk di kursi samping ranjang, sementara Kiara berusaha mempertahankan ketenangannya meski jantungnya berdegup semakin kencang.Anggi akhirnya mengembuskan napas panjang. Matanya masih tertuju pada Kiara, seolah sedang berusaha mencari sesuatu dari wajah sahabatnya itu."Ki, apa tidak ada yang mau kamu katakan padaku?"Kiara menelan ludah. Ia sudah bisa menebak bahwa kedatangan Anggi bukan sekadar untuk

  • Orang ketiga.   OK bab. 50

    Kiara duduk bersandar di atas ranjang rumah sakit. Tubuhnya masih terasa lemah, tetapi pikirannya jauh lebih berisik daripada suasana ruang rawat yang begitu sunyi.Tatapannya tertuju pada jendela yang terbuka. Dari lantai lima, tidak ada banyak hal yang bisa dilihat selain hamparan langit biru dan awan-awan putih yang bergerak perlahan, seolah dunia di luar sana berjalan tanpa peduli pada apa yang sedang terjadi di dalam ruangan ini.Kiara mengembuskan napas panjang. Entah mengapa, melihat langit justru membuat dadanya terasa semakin sesak.Tangannya perlahan turun menyentuh perutnya yang masih belum menunjukkan perubahan berarti. Ada kehidupan kecil di sana. Kehidupan yang membuatnya harus lebih kuat, meskipun dirinya sendiri belum tahu bagaimana caranya menghadapi semua yang menunggu di depan."Aku harus bagaimana?" bisiknya lirih.Tidak ada jawaban. Hanya suara angin yang masuk melalui celah jendela dan menggerakkan tirai tipis di sampingnya.Kiara kembal

  • Orang ketiga.   OK bab. 49

    Aroma antiseptik perlahan menusuk hidung Kiara, samar tetapi cukup kuat untuk membawanya kembali pada kesadaran.Kelopak matanya bergerak sebelum akhirnya terbuka sedikit. Rasa pusing seketika menghantam kepalanya. Spontan, tangannya terangkat dan menekan pelipis, seolah berusaha meredakan nyeri yang berdenyut di sana.Sebuah rintihan kecil lolos dari bibirnya menarik perhatian seseorang yang sejak tadi duduk diam di samping ranjang. Sosok tersebut segera bangkit dan mendekat. Tangannya meraih lengan Kiara dengan lembut, memberikan sentuhan hangat yang entah mengapa terasa begitu menenangkan.“Bagian mana yang sakit?”Suara berat dan dalam itu terdengar begitu familiar di telinga.Kiara mengernyitkan kening. Perlahan, ia menoleh ke samping. Matanya masih terasa berat dan pandangannya kabur. Ia berkedip beberapa kali, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya putih yang masuk ke retina.Sosok di samping ranjang itu akhirnya terlihat semakin jelas. Dan dalam sek

  • Orang ketiga.   OK bab. 5

    Anggi tersenyum. Wanita manis itu tak menyadari perubahan yang tiba-tiba menguasai atmosfer. "Sayang, ini Kiara, sahabatku sejak SMA." Tangannya merangkul manja lengan lelaki yang ia perkenalkan sebagai suami. Berbeda dengan wajah Anggi yang sumringah. Lelaki itu justru diam sejenak, kemudian meng

  • Orang ketiga.   OK bab. 4

    Pernah tidak kalian mendengar ada yang bilang, lebih baik capek badan daripada capek otak? Capek badan bisa hilang saat dibawa istirahat, tetapi capek otak mau tidur 24 jam sekalipun tak mampu membuat hilang sakit di kepala. Itulah yang tengah Kiara alami pagi ini. Suasana pagi yang cerah tetapi t

  • Orang ketiga.   OK bab. 3

    Kiara menarik napas cepat, rasa lelahnya berganti waspada. "Mama jarang berbicara dengan nada seperti itu dan jika beliau sampai menunggu di apartemen tanpa memberi tahuku sebelumnya, berarti ada sesuatu yang diinginkannya dariku." Lagi-lagi Kiara hanya mampu bergumam di dalam hati, walau seribu t

  • Orang ketiga.   OK bab. 2

    Kiara merasa akhir-akhir ini Dewi kesialan tengah mengutuknya. Setelah beberapa hari yang lalu bersusah payah kabur seperti seorang buronan dari dekapan lelaki asing yang memiliki pikiran gila, kini ia dihadapkan dengan dua orang wanita yang menyebalkan. "Gila, tampan banget. Aku tidak menyangka l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status