Adelia masuk ke dalam kamar perlahan. Lampu kamar sudah redup. Raka terlihat sudah terbaring di tempat tidur, mengenakan kaus tipis dan celana tidur, tubuhnya tampak lebih kurus dari sebelumnya, tapi rona wajahnya jauh lebih tenang. Ia masih terjaga. Tatapan matanya langsung tertuju pada Adelia, yang berdiri di ambang pintu, menatapnya penuh rindu. “Raka…” bisik Adelia pelan, langkah kakinya mendekat ke sisi ranjang. “Ya?” jawab Raka lirih, senyumnya samar. Adelia menunduk sebentar, lalu mencium kening suaminya dengan lembut. Di balik rasa bahagia karena Raka kembali, ada rasa bersalah yang begitu kuat menyelimuti hatinya. Selama Raka tak pulang, Adelia merasa seperti wanita gagal, istri yang belum memberikan seluruh hatinya secara utuh. Malam itu, diam-diam ia masuk ke kamar mandi. Air mengalir pelan saat ia menyegarkan diri, lalu berdiri di depan cermin, mengenakan riasan tipis yang membuatnya tampak memesona. Tak lama, ia mengganti bajunya, gaun tidur berbahan satin tipis yang
Terakhir Diperbarui : 2025-07-21 Baca selengkapnya