Meskipun Raka tidak berkata sepatah pun, hatinya mulai berbisik lirih, menggerogoti pikirannya pelan-pelan. "Apakah Antoni pada akhirnya akan melakukan itu?" Bisikan itu terdengar seperti suara asing yang ingin merusak ketenangannya. Ia mencoba menepisnya, tapi ingatan tentang pesan misterius dan bunga yang datang ke rumah terus menghantui. Terlebih lagi, ia ingat jelas sebelum pulang, Adelia sempat mengirim pesan kepada Antoni. Di sudut lain, di kamarnya yang sepi, Antoni duduk di tepi ranjang. Ruangan itu terasa semakin sempit karena pikirannya sendiri yang berkecamuk. Matanya kosong menatap ke arah jendela, tapi isi kepalanya penuh dengan satu nama: Dimas. Rahangnya mengeras, jemarinya mengepal di atas lutut. "Aku akan mencari Dimas ke mana pun ia pergi," gumamnya dengan nada dingin, seolah berjanji pada dirinya sendiri. "Jika terjadi kekacauan di rumah ini, aku akan membunuhnya." Suaranya hampir tak terdengar, tapi berat dan sarat dengan kemarahan yang tertahan. Antoni bangkit,
Terakhir Diperbarui : 2025-08-11 Baca selengkapnya