Ujung jari Gretta yang gemetar perlahan mengikuti alur bekas luka Sherin, tanpa menyentuh kulit wanita itu secara langsung. Tanpa disadari, cairan bening menggenang di matanya, dan isakan kecil pun lolos dari bibirnya, membuat Sherin menoleh dengan terkejut.“Gretta, kamu─” Suara Sherin tercekat. Ia menatap wanita paruh baya itu dengan penuh kekhawatiran.“Ma-maafkan saya, Nyonya Muda,” sela Gretta, menyeka air mata di wajahnya dengan cepat dan tertunduk dalam.“Apa Anda tidak apa-apa, Gretta?” tanya Sherin dengan bingung.Gretta tidak menyahut. Wajahnya masih tertunduk. Ia berusaha keras menata kembali perasaannya yang mendadak terasa kacau.Setelah beberapa detik, ia akhirnya berkata dengan suara bergetar, “Saya … saya tiba-tiba merasa tidak enak badan. Saya akan memanggil Mary untuk melayani Anda, Nyonya Muda. Maaf saya permisi dulu.”Gretta memberikan anggukan hormat dengan cepat, lalu melangkah keluar dari kamar mandi tersebut dengan tergesa-gesa, meninggalkan Sherin yang masih t
Last Updated : 2025-12-23 Read more