David Scarlet masih bungkam hingga cibiran sinis meluncur dari bibir Penelope. “Sudahlah … ceritakan saja, David. Tidak ada lagi yang perlu dirahasiakan. Kasihan kan kalau dia sampai tidak tahu anak siapa dia sebenarnya kalau ditanya malaikat pencabut nyawa nanti.”Tatapan David langsung berpindah pada Penelope. Ia pun menghardik wanita itu dengan kesal, “Diam, Penelope. Apa kamu belum cukup menambah masalahku, hah?”Penelope berdecak malas. “Berhenti menjadi pahlawan kesiangan, David. Semua sudah terlambat. Kamu pikir, dengan kamu menutupinya, semua perbuatanmu ini akan termaafkan,” ejeknya.David mengepalkan kedua tangan di kedua sisi tubuhnya. Meskipun kesal, tetapi ia tidak dapat menyangkal ucapan istrinya tersebut.“Baiklah. Kalau kamu tidak mau bicara, biar aku saja,” ujar Penelope sembari menahan sakit di pipi kanannya. Ia berjalan tertatih-tatih, menghadap Sherin yang masih terpaku dalam keterkejutan yang amat dalam.“Dengar baik-baik, Gadis Bodoh,” desis Penelope seraya menge
최신 업데이트 : 2026-01-08 더 보기