Brielle mengerutkan kening dan memanggil putrinya, "Anya, kita harus pulang."Jakun Raka bergerak naik turun. Reaksi Brielle sudah cukup menjelaskan bahwa dia tidak membutuhkan hadiah dari Raka."Papa kali ini lupa. Nanti Papa ganti hadiahnya buat Mama, ya," kata Raka. Setelah itu, dia menggendong putrinya dan berjalan ke bagasi, lalu membukanya. Di dalamnya tampak sebuah kotak balok mainan berwarna pink."Wah!" seru Anya kegirangan. "Aku suka hadiah ini."Melihat putrinya menyukainya, alis Raka sedikit terangkat. Hadiah itu dia pilih sendiri semalaman di internet.Raka mengangkat kotak hadiah itu dan memberikannya. Anya memeluk kotak itu erat-erat, lalu menarik ujung bajunya dan berkata, "Papa naik ke atas makan malam bareng kami, ya!"Pandangan Raka beralih ke arah Brielle, sorot matanya seolah meminta persetujuan."Anya sayang, Papa masih ada urusan. Kita jangan ganggu dia, ya," kata Brielle lembut pada putrinya."Oke," Anya mengangguk dan melepaskan tangannya dengan patuh.Raka ber
Read more