LOGINDari kontrak baru yang disusun ini, terlihat bahwa Raka tidak akan mencampuri pernikahan maupun urusan memiliki anak dari Devina. Bahkan siapa pun pria yang ingin diandalkan Devina, selama tidak memengaruhi kontrak, itu bukan urusannya.Gavin tak bisa menahan diri untuk berpikir, jika dulu dalam transaksi antara Devina dan bosnya, Devina tidak melampaui batas ... mungkin bosnya akan memberinya kehidupan yang layak dan terjamin.Namun, saat menikmati sumber daya dan kemewahan materi, Devina malah menginginkan lebih. Dia menginginkan status sebagai Nyonya Pramudita, menginginkan hati Raka.Devina membawa kontrak baru itu dan masuk ke mobil. Dia menggenggam dokumen itu erat-erat.Dia tahu bahwa selama ke depan dia patuh dan tidak membuat masalah, Raka juga tidak akan menyusahkannya.Namun, jika dia mencoba melepaskan diri, denda pelanggaran kontrak sebesar 40 triliun serta tim hukum Grup Pramudita akan membuatnya memahami konsekuensinya.Devina menarik napas dalam-dalam, lalu berkata kepa
Tatapan Devina menunjukkan sikap mengalah."Raka, aku sudah memikirkannya matang-matang. Aku bersedia menandatangani kontrak baru. Tapi dengan syarat, kamu nggak mencampuri pernikahan dan rencanaku memiliki anak.""Setelah aku menikah dan punya anak, aku akan tetap bekerja sama dengan laboratorium dan mendonorkan darah secara berkala."Tatapan Raka yang dalam tertuju ke wajahnya selama beberapa detik. Seolah mampu melihat seluruh isi pikirannya."Gavin," panggilnya dengan tenang.Gavin yang sudah menunggu di samping segera memindahkan dokumen ke hadapan Devina. "Ini adalah kontrak baru yang merupakan tambahan dari kontrak lama. Di dalamnya telah dicantumkan secara jelas bahwa kami tidak akan mencampuri urusan pernikahan maupun kelahiran anak Anda.""Bu Devina bisa membacanya dengan saksama. Kalau tidak ada masalah, Anda bisa langsung menandatanganinya."Tatapan Devina tertuju pada kata: Donasi seumur hidup.Rasanya seperti jarum yang menusuk langsung ke jantungnya. Tangan yang berada d
Mendengar kabar itu, hati Devina langsung bersorak gembira. Namun, suaranya berubah menjadi penuh kepanikan dan kekhawatiran."Ya Tuhan! Kenapa bisa begitu? Ignas, jangan terlalu cemas. Sekarang teknologi medis sudah sangat maju. Jensen pasti akan baik-baik saja.""Aku akan berangkat ke sana dulu untuk melihat kondisinya. Kamu jaga dirimu baik-baik." Usai bicara, Ignas langsung menutup telepon.Begitu ponselnya diletakkan, ekspresi khawatir di wajah Devina menghilang tanpa jejak. Yang tersisa hanyalah perhitungan yang dalam dan sedikit kegembiraan yang nyaris tidak bisa disembunyikan.Jensen dalam kondisi kritis? Baginya, itu justru kabar baik. Bahkan bisa dibilang hadiah dari takdir.Ignas hanya memiliki satu putra. Jika Jensen benar-benar tidak bisa diselamatkan ....Lalu, siapa yang akan mewarisi kerajaan bisnis Ignas yang begitu besar? Jawabannya tentu adalah anak yang nantinya lahir dari kandungannya.Tunggu. Sekarang Ignas pasti tidak punya waktu untuk memedulikan urusan kontrakn
Kilatan kesal melintas di mata Devina. Dia benar-benar membenci kenyataan bahwa perutnya belum juga menunjukkan hasil. Kalau saja dia sudah hamil sekarang, Ignas tidak mungkin hanya menyuruh tim hukumnya mencari masalah untuk Raka. Dia pasti akan berusaha lebih keras untuk menekan Raka dan memutus kontrak antara dirinya dengan pria itu."Ignas, kamu yang paling baik sama aku." Suara Devina terdengar lembut dan manja.Saat ini, hanya Ignas yang bisa membantunya lepas dari kendali Raka. Ignas sangat menikmati sikap bergantung seperti itu. Rasa bangganya langsung terpuaskan.Dia memeluk Devina lebih erat dan berkata dengan penuh keyakinan, "Tenang saja.""Raka nggak pernah benar-benar kuanggap ancaman. Kamu fokus saja memulihkan kesehatan dan bersiap melahirkan keturunan bagi Keluarga Faladi."Devina bersandar dalam pelukannya. Wajahnya tersenyum lembut. Namun di balik senyum itu, sorot matanya dipenuhi perhitungan yang dingin.Dia harus secepat mungkin hamil. Hanya dengan begitu dia bisa
Raka hanya memandang Brielle dalam diam. Pikirannya dipenuhi perasaan yang rumit.Saat ini, dia sangat berharap ada seseorang yang bisa melihat pemandangan ini. Karena dia yakin, jika orang itu melihat Brielle seperti sekarang, dia pasti akan merasa sangat bangga.Orang itu adalah Adam.Ayah mertuanya.Brielle mewarisi bakat, keteguhan, dan kecintaan terhadap penelitian dari ayahnya dengan sempurna.Saat ini, dia berdiri dengan penuh percaya diri dan ketenangan, mengendalikan jalannya rapat. Dia menjawab setiap pertanyaan dari perwakilan militer dengan lancar dan terus-menerus mendapatkan pengakuan serta apresiasi dari mereka.Pada saat itu, ponsel Raka berdering. Dia melirik layarnya, lalu berdiri dan keluar melalui pintu belakang ruang rapat. Raka berjalan menuju sudut koridor yang tenang sebelum mengangkat telepon."Dokter."Suara Doktor Smith terdengar dari seberang sana, "Pak Raka, maaf mengganggu. Sesuai perjanjian, kami sudah berkali-kali menghubungi Bu Devina untuk memenuhi kew
Setelah insiden fitnah terhadap Brielle terjadi, Lambert membatalkan proyek tersebut dan memecat para insinyur serta peneliti yang terlibat. Pada dasarnya, itu adalah cara untuk melindungi reputasi terakhir laboratorium Chiva.Tentu saja, tanpa disadari, tindakan itu juga membuatnya mendapatkan kesan baik dari Brielle.Pada masa itu, niat Lambert untuk mendekati Brielle terlihat sangat jelas. Saat itulah, Raka benar-benar merasakan tekanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Saat itu, Lambert tanpa ragu berdiri di sisi Brielle. Bahkan dia rela mengorbankan keuntungan bisnis yang sangat besar demi melindunginya. Ketegasan dan keyakinan seperti itu benar-benar mengejutkannya.Saat itu pula, Lambert berhasil melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan olehnya. Memberikan keberpihakan dan perlindungan tanpa syarat kepada Brielle.Namun sekarang, karena dia sudah kembali berada di sisi Brielle, dia tidak akan membiarkan sejarah terulang lagi. Ada beberapa hal yang justru kehilangan m
Niro berjalan sambil tersenyum dan meletakkan kotak camilan di atas meja kecil. "Tentu saja, perut kecil kamu lapar, ya?""Lapar!" jawab Anya sambil menatap camilan itu tanpa berkedip.Melihat tingkah putrinya yang seperti kucing rakus, Brielle tak kuasa menahan tawa. "Bilang dulu terima kasih ke Pa
"Itu karena timmu bekerja dengan sangat baik," kata Brielle sambil menerima secangkir kopi. "Begitu pekerjaan penutupan selesai, aku juga harus kembali."Frans mengangguk memahami. Dia tahu tidak bisa terus menahan waktu Brielle di pangkalan. "Aku akan minta Niro mengatur kepulangan kalian ke Kota A
Tatapan Brielle menjadi dingin. "Aku sangat sibuk, nggak ada waktu buat berdebat sama kamu. Minggir."Faye menyeringai sinis. "Kamu serius mau menyerahkan kesempatan itu padaku atau sebenarnya kamu sendiri nggak yakin bisa melakukannya? Kamu tahu, yang akan datang nanti itu semua tokoh besar dunia r
"Kamu mau benar-benar memutus semua hubungan antara aku dan putriku?" Raka menatap dengan tatapan tajam. Dia berjarak tiga langkah dari Brielle, pandangannya terkunci pada Brielle.Memang itulah tujuan akhir yang ingin dicapai Brielle. Membuat putrinya terlepas dari Raka dan berhenti bergantung pada







