Raka pun terdiam, menatap ke arah ruang operasi di seberang, entah sedang memikirkan apa.Tepat saat itu, dari arah lobi lift terdengar suara. Sepertinya ada seseorang yang datang lagi.Di tikungan lorong, tiba-tiba muncul sesosok tubuh yang tampak sedikit lelah akibat perjalanan. Lambert melangkah cepat, jasnya tersampir di lengannya. Di antara alisnya tersirat kecemasan.Ketika melihat tiga orang yang duduk di deretan bangku panjang lorong itu, langkahnya sempat terhenti sesaat, lalu dia tetap melangkah mendekat dengan sikap tenang."Brielle, Raka!" Lambert lalu menoleh ke arah Niro dan menyapanya dengan sopan, "Pak Niro."Setelah itu, pandangannya kembali tertuju pada Brielle. Melihat wajahnya memang agak pucat, tetapi kondisinya tampak masih baik, dia diam-diam menghela napas lega."Lambert, kamu datang juga." Raka mengangkat alisnya sedikit."Pak Lambert." Niro pun menyapa.Orang yang paling terkejut adalah Brielle. Dia menatap Lambert, tak menyangka pria itu juga datang."Kenapa
Read more