Raka menatap ponselnya selama beberapa detik, lalu membalas.[ Jay, kamu temani dia dulu. Aku besok baru ke sana. ]Tak lama kemudian, Jay membalas.[ Oke. ]Pagi-pagi sekali, Lastri sedang menyisir rambut Anya. Saat itu, Gaga yang sedang tengkurap beristirahat di samping tiba-tiba menegakkan telinganya, lalu mengibaskan ekornya ke arah pintu dengan penuh semangat sambil mengeluarkan suara rengekan kecil.Anya berdiri dengan wajah berseri, "Papa datang, ya?"Melihat reaksi Gaga seperti itu, Lastri juga menduga orang di luar adalah Raka. Dia berkata, "Mama kamu masih tidur, bagaimana kalau kita ...."Belum sempat Lastri menyelesaikan kalimatnya, Anya sudah berlari kegirangan ke arah pintu dan membukanya, sambil berkata dengan sangat yakin, "Pasti Papa.""Eh, Anya ...."Lastri tidak sempat menghentikannya. Begitu pintu terbuka, sosok yang berdiri di luar memang Raka. Dia mengenakan setelan jas hitam rapi. Dengan senyum lembut, dia berkata, "Anya, kamu masih ingat hari ini Papa mau ajak k
Read more