Share

Bab 866

Author: Ayesha
[ Aku tadi bertemu dengan Bu Raline di lobi. Dia akan segera datang menjengukmu. ]

Devina tertegun sejenak, lalu sudut bibir merahnya terangkat sedikit.

Suara ketukan pintu terdengar. Devina tidak langsung menyahut, tetapi tak lama kemudian, Raline mendorong pintu dan masuk.

Raline hendak berbicara, tetapi melihat Devina seperti sedang menatap sesuatu dengan serius. Dia pun penasaran dan melangkah ringan ke sisi tempat tidur, berniat menggodanya.

"Kak Devina, lagi lihat apa sih?"

Devina terkejut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
laki2 usil ky bences..dia jg mencintai kekasih shbtnya..sll berada disisi devina ky lem..g tau malu g tau diri mrsa sok baik sok suci.tp ngebiarin shbtnya abai pd istri sahnya n ngedukung perselingkuhan.km jg laki2 bejat jay
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1172

    Setelah sibuk seharian, waktu pun menunjukkan pukul 2.30 siang. Brielle merasa sedikit mengantuk. Dia mengangkat cangkir kopi dan menyesapnya.Ketika memandang pemandangan di luar jendela, bayangan Niro muncul di benaknya. Tanpa terasa, sudah tujuh hari berlalu, tetapi tidak ada kabar sama sekali darinya. Tidak ada pesan, tidak ada telepon.Brielle sempat terpikir untuk menghubungi Keluarga Harmawan, tetapi dia tidak tahu harus menggunakan identitas apa untuk menghubungi mereka. Hubungannya dengan Niro pun hanya dikonfirmasi secara pribadi. Sebelum hubungan mereka diumumkan secara resmi, dia tidak bisa sembarangan menghubungi Keluarga Harmawan.Namun, dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Niro.Ketika Brielle sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara pria yang rendah dari belakang. "Cemasin dia ya?"Brielle terkejut, lalu berbalik melihat pria yang entah sejak kapan sudah masuk. Dia mengerutkan kening. "Lain kali kalau masuk, tolong ketuk pintu."Wajah tampan Raka menjadi sedikit kak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1171

    "Baiklah! Kalau begitu, aku tutup dulu." Lambert menutup telepon lebih dulu.Tak lama kemudian, telepon dari Jay juga masuk. "Ketua Raka, selamat ya! Lama nggak bertemu, sekarang statusmu sudah berbeda lagi."Nada suara Jay terdengar agak bercanda. Dia juga bertanya dengan penasaran, "Terakhir kali aku lihat, rambutmu masih sebagian yang beruban. Kenapa kali ini jadi putih semua?""Aku suka warna ini, kamu juga bisa coba warnai sendiri." Suasana hati Raka sedang cukup baik hari ini, jadi dia bercanda sedikit."Haha! Kalau aku sepuluh tahun lebih muda, mungkin aku benar-benar akan mencobanya!" Setelah tertawa, Jay menjadi lebih serius. "Tanggal 5 Mei adalah hari pernikahanku, jangan lupa datang."Raka tentu sudah menerima undangan pernikahannya. Belakangan ini dia sangat sibuk, waktu itu pun dia hanya sempat berbicara sebentar sebelum akhirnya menutup telepon."Oke, selamat ya. Aku pasti akan meluangkan waktu untuk minum di pesta pernikahanmu."Di seberang, Jay terdiam selama beberapa d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1170

    Brielle mengangguk. Tadi dia bekerja di lantai atas, sepanjang malam ini juga tidak banyak menemani putrinya. Dia mengambil piring buah itu, lalu berjalan menuju ruang kerja di lantai satu.Baru saja melangkah masuk ke ruang kerja sambil membawa piring buah, Brielle sudah mendengar suara penjelasan Raka yang lembut dan suara putrinya bertanya."Papa, tulisanku bagus nggak?""Hmm, bagus. Bagian ini perlu sedikit lebih ditekan, nanti akan lebih bagus." Suara Raka terdengar pelan dan sabar. "Ya, seperti itu."Brielle melangkah masuk ke ruang kerja. Melihat pemandangan hangat ini, di hatinya muncul perasaan yang agak rumit. Anya belajar dengan sangat serius, wajah kecilnya penuh konsentrasi. Raka pun menatapnya dengan senyuman penuh apresiasi.Anya menyadari sesuatu. Dia menoleh dan berseru dengan senang, "Mama!"Raka juga ikut menoleh. Pandangannya tertuju ke piring buah di tangan Brielle. "Anya, makan buah dulu. Kita istirahat sebentar.""Oke." Anya mengangguk senang.Brielle meletakkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1169

    Devina dan Freyna kembali ke dalam mobil. Freyna menghela napas lega. "Tadi aku lihat tatapan Ignas, dia sangat tertarik padamu. Rencanamu untuk mendekatinya berhasil."Devina memegang dadanya, wajahnya menunjukkan sedikit rasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, pria tua itu berusia 60 tahun. Saat tadi mendekatinya, bau khas orang tua itu tetap saja tercium olehnya.Dibandingkan dengan aroma kayu cedar yang bersih dan memikat dari tubuh Raka, Devina merasa sedikit mual.Freyna melihat ketidaknyamanannya. Meskipun dulu latar belakang Devina sangat rendah, bahkan berstatus anak haram, selama sepuluh tahun ini, apa yang diberikan Raka kepadanya, baik materi maupun nama, tak kalah dari para putri keluarga kaya. Jadi di dalam dirinya, Devina tetap memiliki kebanggaan."Devina, kamu harus pikirkan baik-baik. Anak panah yang sudah dilepaskan nggak bisa ditarik kembali. Karena kamu sudah menarik perhatian Ignas, kamu harus terus berjalan sampai akhir." Freyna mengingatkannya.Dia juga berharap D

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1168

    Devina baru duduk sebentar. Setelah mendapat izin dari manajer restoran, dia berjalan menuju piano dengan anggun. Dengan mengenakan gaun putih panjang, dia duduk di bangku piano. Jari-jarinya mendarat di atas tuts, lalu alunan merdu segera mengalir.Para tamu di restoran pun tertegun. Mereka tak menyangka bisa melihat seorang wanita cantik bermain piano secara langsung, bahkan bermain seindah itu. Banyak pria langsung menoleh, sampai terpaku.Tentu saja termasuk meja Ignas. Ignas jelas tertegun sejenak, lalu pandangannya tertuju ke arah piano.Devina menyadarinya dari sudut matanya. Dia mengangkat kepala pada saat yang tepat, matanya bertemu dengan tatapan Ignas. Kemudian, dia sedikit mengangguk, menampilkan senyuman yang sempurna.Ignas langsung merasa suasana hatinya membaik. Dia memanggil pelayan, membisikkan sesuatu, lalu kembali menikmati permainan piano itu.Satu lagu selesai. Saat Devina kembali ke tempat duduknya, seorang pelayan datang membawa segelas anggur merah. "Bu, anggur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1167

    Faye menyesal tidak melihat jelas sifat Devina sejak awal. Dia pikir setelah Devina masuk ke Keluarga Pramudita dan menikmati kekayaan triliunan, Devina tidak akan lagi memikirkan bisnis Keluarga Datau. Tak disangka, bahkan sebelum Devina masuk ke Keluarga Pramudita, dia sudah membuat Raka merebut 13% saham Grup Datau untuknya.Faye sedang duduk di sofa sambil menggulir berita. Tiba-tiba, dia melihat laporan keuangan, juga melihat foto Brielle, Raka, serta para petinggi. Seketika, matanya membesar karena iri. Dia tak percaya melihat pencapaian Brielle sekarang.Dua tahun lalu, mereka masih sesama peneliti di laboratorium yang sama. Kini, Brielle mendapatkan 160 triliun dari harta perceraian dan kariernya juga berkembang pesat di dunia riset, menjadi sosok top di industri.Di foto itu, orang yang berbincang akrab dengan Brielle adalah ketua sebuah perusahaan farmasi besar. Apakah sekarang orang-orang yang dikenal Brielle sudah berada di lingkaran kelas atas seperti itu?Senyuman Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 596

    "Pak Jared, tolong tambahkan enam ekor babi lagi ke daftar pembelian kalian!" Brielle mengangkat kepala memberi saran.Jared sedikit tertegun. "Babi?""Ya, kita akan menggunakan babi untuk eksperimen. Bisa dipelihara dulu," terang Brielle."Brielle, kamu bercanda ya! Ternak babi di MD?" Faye adalah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 564

    "Terima kasih, Vivian." Anya menerima bunga itu dengan senang hati. Dua gadis kecil itu bahkan saling berpelukan dengan gembira."Anya tampil sangat hebat malam ini," puji Lambert. "Paman bangga padamu.""Terima kasih, Paman Lambert," jawab Anya sopan.Brielle juga mengangguk pada Lambert dengan pen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 602

    "Benar-benar kebetulan, putriku juga berencana mendaftar ke akademi itu." Steve mengangkat gelas sebagai isyarat.Devina pura-pura terkejut. "Oh? Kamu juga mengenal Profesor Brielle? Tadi aku melihat kalian tampak cukup akrab."Steve menggeleng. "Aku dan Profesor Brielle baru pertama kali bertemu, t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 558

    "Jalan sambil melamun?" Raka menyipitkan mata dan menatapnya tajam, meski tidak tampak marah sama sekali. Brielle mundur selangkah karena malas menanggapi. Dia langsung melewatinya untuk masuk ke ruang rapat.Keduanya berjalan masuk secara berurutan, membuat beberapa orang di dalam ruangan menoleh d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status