“Mama yang sekarang ini, yang selama ini saya tahu… bukan Mama saya,” ucap Rain, suaranya lirih namun jelas, seolah setiap kata terasa berat keluar dari bibirnya.“Hah? Mas? Kok? Maksudnya… Mama yang saat ini bukan Mama kandung kamu?” tanya Gendis sambil meletakkan toples berisi makanan di atas ranjang. Ia mendekat, wajahnya menegang, matanya mencari jawaban dari sorot mata Rain.“Iya, Sayang. Jadi… saya ini memang anak kandung Papa dan Mama saya sendiri, yang ternyata selama nggak pernah saya tahu, sudah meninggal dunia, Sayang,” ucap Rain. Ia menunduk, menggenggam jemari Gendis seolah butuh kekuatan untuk menerima kenyataan yang baru saja ia temukan.“Kenapa? Kenapa Papa diem aja? Dan Mama juga… nggak mungkin nggak tahu masalah ini, Mas? Astaga… aku nggak habis pikir! Kenapa mereka pendam cerita ini selama puluhan tahun?” ucap Gendis, napasnya memburu, dada terasa sesak oleh amarah dan kecewa yang tumpang tindih.“Itu juga yang saya bingung, Sayang,” ucap Rain pelan, menundukkan waj
Terakhir Diperbarui : 2025-12-07 Baca selengkapnya