“Menurut kamu, apa yang bakal diobrolin sama Yuda, Mas? Dan kenapa harus mbak Wanda?” ucap Gendis, keningnya berkerut, tangan yang memegang ponsel perlahan turun karena rasa penasaran mulai berubah jadi cemas.“Sayang, saya inget. Tadi kita sempat bahas soal rencana ngajak mbak Wanda ngurusin perusahaan,” ucap Rain sambil mengusap wajahnya pelan, mencoba mengurai pikiran yang menegang.“Terus? Gimana tanggapan dia?” tanya Gendis, mendekat setengah langkah, suaranya merendah seperti takut mendengar jawaban yang salah.“Dia bilang… dia awalnya nolak,” ucap Rain, menunduk sambil menghela napas. “Alasannya, dia ngerasa nggak layak aja. Terus… saya bilang nggak ada istilah gitu. Dan saya tetap minta mbak Wanda buat ambil bagian urusan perusahaan.”“Alasan dia menolak cuma itu aja?” tanya Gendis, suaranya meninggi sedikit karena rasa penasaran yang bercampur khawatir.“Dia ngerasa nggak enak karena Papa dari awal nggak pernah kasih dia kesempatan,” ucap Rain pelan, bahunya turun seolah mena
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-02 อ่านเพิ่มเติม