“Mas, jangan diangkat. Biarin aja di situ, soalnya itu paket nyasar. Sama suami bilang tadi jangan disentuh!” ucap Gendis sambil panik, matanya menatap box kardus itu dengan cemas. Kurir itu tampak sudah mengangkat box yang berat. “Oh gitu. Lain kali jangan terima, mbak. Jadi biar kurir bawa balik lagi ke gudang,” ucapnya sambil tersenyum ramah, lalu meletakkan paket itu kembali di lantai. “Um… Mas, bisa nggak bawa paketnya balik lagi ke alamat pengirim?” tanya Gendis, suaranya terdengar sedikit gemetar tapi tegas. “Boleh, mbak. Kebetulan tempat kerja saya dekat. Saya bawa lagi aja, mbak,” sahut kurir itu sambil menunduk sopan. “Makasih banyak ya, Mas… Bentar! Tunggu!” ucap Gendis sambil berlari, segera meletakkan makanan dan menyerahkan uang pada kurir sebagai tanda terima kasih, matanya berbinar lega. “Makasih, mbak. Paketnya saya bawa, ya,” ucap kurir itu dengan ramah, mengangkat box tersebut dengan hati-hati. “Iya, Mas. Sama-sama!” sahut Gendis sambil tersenyum lega,
Last Updated : 2025-12-11 Read more