Nathan memukul meja rapat begitu keras hingga gelas-gelas di atasnya bergetar."Temukan pelakunya!" bentaknya. "Aku nggak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkan. Siapa pun yang membocorkan dokumen itu harus saya temukan hari ini juga."Semua orang di ruangan hanya saling berpandangan. Tidak ada yang berani menyela.Direktur TI akhirnya angkat bicara."Pak, kami sudah memeriksa sistem keamanan server. Tidak ada tanda-tanda peretasan dari luar."Nathan mengernyit. "Maksudmu?""Itu berarti besar kemungkinan dokumen tersebut diambil oleh orang yang memiliki akses resmi."Kalimat itu membuat suasana semakin mencekam."Orang dalam?" gumam Nathan lirih."Ya, Pak."Nathan mengepalkan kedua tangannya."Kalau begitu tutup semua akses, bekukan seluruh akun karyawan yang memiliki izin membuka dokumen merger. Periksa satu per satu.""Baik, Pak."Belum sempat rapat dilanjutkan, pintu terbuka. Sekretaris masuk dengan wajah pucat."Maaf mengganggu, Pak Nathan.""Apa lagi?" bentaknya.Pria itu memb
Read more