"Entahlah. Mungkin sertifikat masak kokinya sudah kedaluwarsa," sahut Petra.Gerakan Adeline terhenti sejenak. Dia mendongak dan menatap Petra. "Candaanmu garing banget.""Aku memang nggak pandai bercanda.""Memang, kamu nggak kelihatan kayak orang yang humoris."Alis Petra sedikit terangkat dan rasa penasarannya pun bangkit. "Jadi, orang seperti apa aku di matamu?"Adeline merenung sejenak, lalu menjawab, "Waktu pertama kali kita ketemu, aku merasa kamu agak aneh.""Kenapa?"Melihat rasa ingin tahu di mata Petra, Adeline tersenyum dan menjawab, "Mana ada orang yang sudah nabrak mobil orang lain, lalu tawarkan diri untuk antar jemput orangnya setiap hari sampai mobilnya selesai diperbaiki? Untung saja kamu tampan dan adalah teman Kak Ichsan, makanya aku nggak anggap kamu itu orang cabul." "Sepertinya, aku harus berterima kasih sama dia.""Tentu saja."Seusai makan, Adeline hendak mencuci piring, tetapi Petra menghentikannya."Sekarang, kamu harus istirahat dengan baik. Biar aku yang m
Read more