Maya yang sudah berhasil memakai bajunya kini terduduk di pojok ranjang, memeluk lututnya sendiri. Matanya kosong menatap lantai, tubuhnya bergoyang pelan ke depan dan belakang—tanda shock berat. Ia tidak bisa memproses semua emosi yang menyerangnya bersamaan: malu tertangkap basah, frustrasi seksual yang tidak terselesaikan, kebingungan antara perasaannya pada Karyo dan loyalitasnya pada Irwan, ketakutan akan konsekuensi, dan ketidakmampuan memilih antara dua pria."Saya..." Karyo mencoba membela diri, tapi kata-katanya tercekat. Matanya bergerak cepat, jelas sedang menghitung risiko dan dampak. "Saya cuma... Bu Maya yang... kita cuma...""Lo mau bilang ini salah Maya?" Irwan mendekat, matanya menusuk tajam. "Berani-beraninya lo!""Bukan, Pak! Bukan itu maksud saya!" Karyo mundur, punggungnya menempel dinding. "Saya yang salah, Pak. Saya yang nggak bisa kontrol diri."Irwan menatap Karyo dengan tatapan jiji
Last Updated : 2025-12-12 Read more