Wajah Karyo berubah muram. Dia menatap istrinya dengan tatapan yang membuat jantung Ratih berdebar tidak enak. "Aku wis ngomong ngono, Dik," (Aku sudah bilang begitu, Dik,) katanya pelan. "Pak Irwan ngomong, pilihane awake dewe mung telu. Siji, mlayu seko dheweke, ning dheweke bakal mburu awake dewe saklawase. Loro, ngadepi amukane, sing artine aku bakal dilaporake polisi. Utawa telu... aku nuruti penjaluke." (Pak Irwan bilang, pilihan kita hanya tiga. Satu, lari darinya, tapi dia akan memburu kita selamanya. Dua, menghadapi amarahnya, yang artinya aku akan dilaporkan ke polisi. Atau tiga... aku menuruti permintaannya.)Keheningan yang aneh menyelimuti mereka. Ratih merasakan dunianya menyempit. Jadi, ini bukan lagi tentang pekerjaan atau kelainan aneh. Ini adalah ancaman. Mereka terperangkap. Rasa takut yang dingin mulai menjalar di punggungnya. Ini serius. Ini nyata.Melihat wajah pucat Ratih, Karyo buru-buru menambahkan, seolah menc
Last Updated : 2025-12-17 Read more