Hari ketiga sejak kedatangan mereka di Jakarta tiba. Hari yang telah ditentukan Irwan untuk "sesi pertama" Karyo dengan Maya sejak Ratih ikut tinggal bersama mereka.Sepanjang hari itu, Karyo terlihat gelisah. Tangannya gemetar saat menyiram tanaman, pikirannya tidak fokus saat mencuci mobil. Dia bahkan menumpahkan air pel saat membantu Ratih membersihkan teras."Sampeyan ora apa-apa, Mas?" tanya Ratih pelan, memerhatikan kegugupan suaminya."Ora apa-apa, Dik," jawab Karyo, meski keringat dingin mulai membasahi dahinya.Dulu, saat "program" kehamilan itu berlangsung, Karyo selalu menunggu dengan tidak sabar. Tubuhnya bergetar oleh gairah, bukan ketakutan seperti sekarang. Dulu, dia adalah pria yang percaya diri, yang dengan penuh keberanian menaklukkan wanita dari kelas sosial jauh di atasnya. Sekarang, dia hanya merasa seperti siswa yang akan menghadapi ujian—tegang, gugup, dan takut gagal.
Last Updated : 2025-12-22 Read more