Karyo menjilat bibir bawahnya sebelum mencium paha dalam Maya. "Bu Maya memang paling wangi," bisiknya, kemudian lidahnya menyentuh kewanitaan Maya yang sudah sangat basah."Ahhhh!" Maya menjerit tertahan, pinggulnya refleks terangkat. Lidah Karyo bergerak dengan ahli, membelai titik-titik sensitif yang sudah dia hafal. Tidak terburu-buru, tapi juga tidak terlalu lambat. Tepat seperti yang Maya butuhkan."Mas... ya... di situ... terus..." Maya mulai mengoceh tak karuan, tangannya mencengkeram kepala Karyo, mendorongnya lebih dalam. Tubuhnya menggeliat, napasnya makin pendek-pendek. "Mas... aku mau... aku mau..."Karyo menggumam, getarannya mengirim sensasi baru yang membuat Maya menjerit. Kejantanan Karyo berdenyut melihat reaksi Maya, tapi ia menahan diri. Bukan waktunya, belum."AHHH!" Maya menjerit keras, tubuhnya mengejang saat gelombang pertama orgasme melandanya. Karyo tak berhenti, lidahnya terus bekerja, m
Last Updated : 2025-12-30 Read more