Julian melangkah mendekat, mengambil botol dari tangan Aruna. Ia menatap mata wanita itu dalam-lambat, seolah sedang mencari kejujuran di balik pupil yang melebar. Suasana menjadi sangat pekat; aroma cendana Julian kembali mengepung Aruna, dan jantungnya kembali berdegup liar mengikuti perintah sensor."Jangan pernah mencoba mencari obatmu sendiri, Aruna," desis Julian. Ia membelai bekas luka itu dengan kasar, menimbulkan rasa perih yang nyata. "Hanya aku yang boleh menyembuhkanmu. Dan hanya aku yang boleh membuatmu sakit."Julian menarik Aruna keluar dari laboratorium menuju kamarnya, namun di dalam genggaman Julian, Aruna tidak lagi merasa lemas. Ia telah menemukan "kunci" penjaranya. Di balik topeng ketundukannya, Aruna mulai menghitung mundur. Ia tahu Leonardi sedang berada di suatu tempat di laut gelap itu, dan saat singa itu mendarat, Aruna akan memastikan ia siap untuk mematikan jantung iblis yang kini sedang menggenggam tangannya."Kau milikku, Aruna. Selamanya," bisik Juli
Last Updated : 2026-01-05 Read more