Aruna mulai mendengar detak jantung Julian kembali. Kali ini, suaranya bukan lagi melalui monitor, melainkan bergema langsung di dalam tengkoraknya.Deg-dug... Deg-dug...Lambat. Sangat lambat. Julian sedang dalam kondisi kritis setelah ledakan biometrik tadi. Di dalam kegelapan sel isolasi, Aruna seolah-olah dipaksa untuk menghitung detik-detik kematian Julian. Ia tidak bisa lari. Ia tidak bisa menutup telinga. Suara itu adalah satu-satunya realitas yang ia miliki.Satu jam berlalu, atau mungkin sepuluh jam, waktu tidak lagi memiliki makna di Sektor Nol. Aruna mulai mengalami halusinasi. Ia merasa dinding-dinding sel itu mulai menyempit, menekannya ke dalam inti bumi. Ia mulai melihat wajah Julian di dalam kegelapan, Julian yang tersenyum padanya sambil memegang pisau bedah, lalu wajah itu berubah menjadi Leonardi yang tertutup salju, menatapnya dengan kekecewaan yang mendalam."Leon... Julian..." gumam Aruna, namun suaranya sendiri tidak terdengar oleh telinganya. Hilangnya stimul
최신 업데이트 : 2026-01-09 더 보기