“San, serius Arby gak ada di rumah kamu? Coba cari lagi, deh. Mungkin dia lagi prank karena kamu mau dateng,” kata Aurora di seberang sana. Isandro mengerutkan keningnya, kedua alis tebalnya menyatu. “Apa maksud kamu, Ra? Kalau ngomong itu jangan berbelit-belit!” pungkas Isandro dingin. “Arby gak ada sama aku,” balas Aurora jelas. Untuk beberapa saat, Isandro terdiam. Matanya terpejam sejenak, “Jangan bercanda!” “Aku gak bercanda. Arby gak lagi sama aku, tadi dia—“ ucapan Aurora terpotong ketika ia mendengar dering lain. Saat menurunkan ponselnya, Isandro ingin dia mengalihkan ke vidio call. Aurora panik, tapi tetap berusaha tersenyum. Ia memutar kamera ponselnya ke arah wajah, seolah semuanya baik-baik saja. Di layar, Isandro tampak melirik ke sekeliling, mencoba memahami suara bising para pengunjung mall yang terdengar dari ponsel Aurora. “Kamu lagi nge-prank aku, kan?” suara Isandro terdengar dingin, tak percaya. “Aku udah tiba dari satu jam yang lalu. Arby gak muncul.
Last Updated : 2025-12-14 Read more