“Kenapa gak suka, sayang? Ini bagus,” ujar Isandro sambil kembali menunjuk tatonya, nada suaranya terdengar bangga. Yessa mendengus pelan. “Aku gak suka laki-laki pake tato, Mas. Serem. Kesan pertama yang muncul tuh kayak berandalan,” katanya jujur tanpa ditahan. “Kamu itu dokter. Berwibawa. Dihormati banyak orang. Terus kenapa harus pake tato?” Mulut Isandro sempat terbuka, tapi tak satu kata pun keluar. Ia jelas tak menyangka reaksinya akan sejauh ini. Diluar dugaannya. “Aku gak suka,” ulang Yessa tegas. “Pokoknya aku gak suka. Titik.” Isandro menarik napas, lalu bicara lebih pelan. “Kamu harus tahu dulu, sayang. YESS–Y/A² itu singkatan kamu dan anak-anak kita. Yessa, Yessy, Arby … dan calon anak kita nanti.” Nada suaranya melembut, penuh harap. “Aku bikin ini buat kalian.” Namun Yessa tetap menggeleng. “Tetep gak suka, Mas. Sekalipun itu nama aku dan anak-anak. Bahkan satu titik pun, aku gak suka tato.” “Tapi … udah jadi,” jawab Isandro lirih. “Mau gimana lagi?” Yessa men
Last Updated : 2026-01-12 Read more