Isandro menarik sudut bibirnya ke atas, lalu tersenyum miring. “Masalah perasaan ternyata,” ejeknya lagi, membuat Luke mendengus kesal. “Kalau dilihat dari pengalaman kamu, mungkin iya,” ucap Luke sengaja, seolah mengingatkan Isandro kalau dirinya juga korban dari wanita yang sama. Isandro menghela napas panjang, kedua tangannya santai di dalam saku celana. “Kamu jelas tahu, aku ini dokter bedah saraf, bukan dokter cinta.” “Aku serius, San,” balas Luke dengan tatapan dingin. Isandro terkekeh pelan. Ia melirik sang anak yang duduk di teras bersama Arsy, sambil makan eskrim parut satu wadah di makan berdua. “Itu rumah tangga kamu, dan aku tidak mau ikut campur,” kata Isandro tenang. “Aku tanya aja, apa bisa setelah itu?” “Pikirkan lagi, jangan sampai kamu menyesal. Karena menurut pandanganku, kamu memang benar-benar mencintai Aurora. Berbeda denganku dulu, pernikahan kamu bukan hanya formalitas.” Luke mendesah berat, kepalanya tertunduk. “Tapi dia masih belum move on dari kamu.
Read more