Dewi mengurai senyum kecil, ia menyadari kesalahannya, dan mencoba ikhlas, akan pernikahan Luna dan Omar, demikian juga Imran, pria itu menarik napas dalam dan menghembuskannya pelan.“Aku pergi dulu, ini kunci apartemenmu.” Imran menyerahkan kunci, lalu bangkit dari duduknya.“Bagaimana dengan soal pekerjaan, apa kamu juga akan menolak tawaranku?” tanya Dewi.“Aku tidak mau diterima kerja, karena belas kasihan, lagi pula reputasiku sudah buruk, Aku tak ingin kamu mendapat masalah dengan rekan kerjamu, lebih baik Aku mulai usaha saja, dari sisa tabunganku,” jawab Imran.“Okelah, semoga sukses,” sahut Dewi.Keduanya saling melempar senyum, lalu Imran pun pergi meninggalkan apartemen Dewi.Sementara Omar sudah mengajukan perceraian di pengadilan agama, dan akan segera diproses akta perceraian, Luna yang mengetahui hal itu, pun ikut lega.“Aku ingin bertemu dengan Dewi,” ucap Luna.“Kamu terlambat, pagi ini Dewi terbang ke Singapura,” sahut Omar.“Apa menurutmu Dewi masih marah dengan
Last Updated : 2025-12-11 Read more