Bab 2Beberapa hari berikutnya, hidup berjalan seperti biasa. Shen Zeyan tetap sibuk, aku tetap mengurus rumah, kurir tetap mengantar paket seperti biasa. Semua interaksi dijaga dalam jarak yang sopan, terkendali, dan aman. Tidak ada ucapan ataupun tindakan yang melewati batas.Perlahan-lahan, aku melupakan kejadian terjebak di bawah tempat tidur itu sepenuhnya, dan hanya menunggu datangnya hari ulang tahun pernikahan kami.Sampai siang hari kedua setelah kejadian itu, ketika aku sedang merapikan dokumen di ruang tamu, ponselku tiba-tiba menerima pesan dari nomor asing. Isinya adalah sebuah video buram berdurasi belasan detik.Begitu kubuka, seketika seluruh tubuhku terasa dingin.Video itu direkam dari kejauhan, dari gedung seberang. Lensa kameranya mengarah ke kamar tidur rumahku. Di dalam gambar hanya ada aku seorang diri yang sedang berusaha melepaskan diri dari bawah tempat tidur. Tidak ada orang kedua, tidak ada gerakan ambigu, tidak ada tindakan yang melanggar batas. Itu hanya g
Read more