Zira berjalan perlahan ke kursi saksi. Ia duduk, menghadap Komite, tetapi pandangannya tetap terpaku pada Rayhan. Rayhan memberinya senyum bangga, senyum seorang ayah yang tahu putrinya kini telah menjadi wanita."Nona Zira," tanya Pak Bima dengan lembut. "Anda baru saja menyaksikan kesaksian Ibu Anda, Nyonya Livia Rayhana, yang menuduh Ayah Anda, Dokter Rayhan, tidak stabil secara mental, egois, dan mencoba mencuri hak asuh Anda. Apakah Anda, sebagai putri Dokter Rayhan, setuju dengan pernyataan-pernyataan tersebut?"Zira menarik napas dalam-dalam. Inilah momen yang ia takutkan. Momen di mana ia harus mengkhianati salah satu orang tuanya. Ia membiarkan pikirannya kembali ke beberapa bulan yang lalu. Ia ingat sakit hatinya saat tahu Ayahnya mencintai Alesha, ia ingat betapa ia membenci Alesha, membenci kenyataan bahwa Alesha mengambil segalanya.Aku membencinya. Aku sempat menyalahkan mereka berdua. Semua kekacauan ini, perceraian Papa, kehancuran karier, semua karena cinta terlar
Last Updated : 2026-01-18 Read more