Ruang sidang langsung dipenuhi kekacauan. Wartawan menyerbu, Livia dan Arif bergegas keluar, menghindari Zira. Rayhan berdiri, wajahnya tenang, tetapi jiwanya terasa hampa.Ia berjalan ke barisan belakang, ke arah Alesha. Zira sudah ada di sana, memeluk Alesha, air mata mereka bercampur."Lesha ... maafkan aku. Maafkan aku sudah menyalahkanmu," bisik Zira, air matanya jatuh di perut Alesha yang membesar."Aku mencintaimu, Zira. Aku tidak pernah menyalahkanmu," balas Alesha, suaranya parau, membalas pelukan Zira.Rayhan memeluk kedua wanitanya, bahunya menahan beban seluruh dunia. "Kalian berdua menyelamatkan hidupku di ruang sidang itu. Terima kasih."Mereka meninggalkan gedung IDI, menembus kerumunan. Kini, mereka hanya punya waktu beberapa jam untuk menanti nasib. Mereka kembali ke safe house Tante Susan.Malam itu, mereka berkumpul di sofa. Rayhan duduk, memeluk Alesha dan Zira. Ia tidak berbicara, hanya merasakan kehangatan dan dukungan yang mereka berikan. Alesha menyandar
Last Updated : 2026-01-18 Read more