“Miliki aku malam ini,” imbuh Clarissa dengan suara lirih. Suaranya terdengar frustrasi. Sorot matanya memancarkan keputusasaan. Namun saat Cedric hendak berbicara, ia terkesiap karena Clarissa mulai memagut bibirnya kembali dengan penuh hasrat. Tak hanya itu, gadis itu mencium tengkuknya, rahangnya dengan penuh gairah yang tertahan. “Clarissa … mmmph,”Tanpa sadar, suara berat lolos dari tenggorokan Cedric. Sebuah pengakuan yang bahkan tak sanggup ia kendalikan. Dadanya terasa sesak, tubuhnya panas dan gelisah, sementara perasaan yang tak semestinya merayap pelan, mengguncang batas kesabarannya.Jemari gadis itu menyentuh kemejanya, bergerak perlahan seolah ragu, seolah bertanya. Dan di sanalah Cedric tersentak. Kewarasan yang nyaris runtuh itu ia paksa bertahan. Tidak. Bukan seperti ini.Ia ingin mencintainya dengan penuh kehormatan, bukan menyerah pada hasrat yang akan ia sesali. Lebih baik menahan luka sekarang, daripada menghancurkan makna yang ia jaga dengan susah payah. Hubun
آخر تحديث : 2025-12-27 اقرأ المزيد