Inez tidak berhenti. Ia melompat, menarik tombak dari tangan prajurit yang jatuh, lalu berdiri tepat di depan Clara. Gadis itu menjadi perisai hidup.“Kalau kau mati sekarang,” desis Inez tanpa menoleh,“aku takkan sempat membalas semua lukaku.”Clara menatap punggung wanita itu, terkejut dan untuk sesaat, kehilangan kata. Tubuhnya gemetar. Tak bisa lagi menyembunyikan rasa terkejutnya. Dan, wanita itu … dia menyelamatkannya.Ketika beruang itu menerjang, Inez bergerak cepat. Ia menghindar, menghantamkan ujung tombak ke bahu binatang itu. Beruang meraung, namun tetap menyerang. Tanah bergetar.Clara tak menunggu perintah. Dengan tangan terborgol, ia berguling ke samping, menyambar batu tajam, lalu dengan gerakan presisi, ia menyabet wajah beruang itu. Tidak cukup dalam, tapi cukup membuatnya mundur sesaat.Untuk sesaat mereka lupa sedang bermusuhan. “Kau masih ingat cara bertarung,” dengus Inez mendecih pelan.“Kau juga,” jawab Clara cepat. “Ke kiri, sekarang!”Inez menuruti, nyaris
آخر تحديث : 2025-12-26 اقرأ المزيد