“Kau baik-baik saja, Nak?” tanya Elia. wajahnya tampak basah oleh air mata. Ia menghujani ciuman pada putranya. Tak peduli Evander keberatan. Di matanya, Evander adalah sosok yang begitu ia rindukan. Satu-satunya harta berharga yang ia miliki. Evander mengusap air matanya ibunya dengan lembut. “Ibu, kau tampak kurusan,”Elia menelan saliva. “Ibu baik-baik saja di sana. Hanya saja, Ibu terus memikirkanmu, Evan. Ibu pernah dengar kau terluka akibat perang. Tapi … Ibu bahkan tidak bisa melihatmu,” ada sesak yang bersarang di dadanya. Bahkan sebelumnya, ia sempat berpikir jika dia akan tinggal di pengasingan Ravenwood seumur hidupnya. Namun siapa sangka, sebuah kabar berita menggembirakan terdengar. Edric mengutus para pengawal untuk menjemputnya. Mereka duduk di aula Ravensel, mencurahkan segala perasaan rindu yang mereka pendam begitu lama. “Ibu telah banyak melewati banyak hal di istana,” imbuh Evander dengan suara yang tenang. Ia duduk di samping ibunya lalu melabuhkan kepalanya d
آخر تحديث : 2025-12-31 اقرأ المزيد