“Dia sudah tahu kalau aku akan pulang malam karena urusan penting, dan aku juga sudah menyuruhnya jangan menunggu. Tapi kamu lihat tadi, kan? Dia berkali-kali memancing lewat pesan itu. Apa artinya kalau bukan karena ingin aku cepat pulang?” Alan tersenyum miring bangga, merasa sudah memenangkan permainan perasaan.Eric meringis pelan, sebelah tangannya mengusap tengkuknya. “He …. Mungkin saja begitu, Pak. Mungkin karena Anda memang terlalu tampan. Jadi wanita mana pun, termasuk Ellena, pasti tidak akan kuat untuk jual mahal terlalu lama.”Alan mendengkus bangga. “Tentu saja. Memangnya laki-laki mana lagi yang punya paket selengkap diriku? Karisma ini bukan sesuatu yang bisa dipelajari, Eric. Ini bawaan lahir.”“Benar sekali, Pak. Karisma Anda memang berada di level yang berbeda,” jawab Eric mencari aman, lalu menghembuskan pelan nafasnya dari mulut.“Bahkan saat aku hanya diam saja, aura ketampananku ini sudah membuat Ellena sesak napas. Makanya dia gelisah terus menanyakan keberadaa
Ler mais