Ternyata, Alan melangkah panjang dan cepat. Lalu, tanpa permisi langsung mengangkatnya. “Akh! Apa yang kamu lakukan?” Matanya melebar, wajahnya memerah. Antara malu dan canggung, tapi juga rasa berbunga-bunga, dan menahan senyum tipis.“Ehm, kamu belum boleh banyak gerak.” Alibi Alan. Dengan menahan gejolak rasa yang tak karuan, dia melangkah ke kamar mandi sambil menggendong Ellena ala bridal style.“Tapi ini cuma kamar mandi, bukan mau lari pagi. Turunkan aku, Alan. Jangan berlebihan. Kamu juga bisa panggil pembantu kalau nggak mau aku mandi sendiri. Seperti kemarin.” Ellena menatap wajah Alan.Alan tak menjawab. Dia gegas ke arah pintu, dan begitu sampai di depan pintu. “Buka!” Alan menatap handle pintu. Ellena mendengkus dan satu tanganny menggapai handle pintu, sedang satu tangannya yang lain tetap melingkar di leher Alan.Pintu terbuka, Alan membawa masuk. Dan saat itu juga bulu halus Ellena meremang. “Sekarang turunkan aku ….”Alan menurunkannya. “Kamu bisa mandi sendiri?” Wa
Read More