Waktu sudah hampir menyentuh tengah malam. Alan kembali berdiri di depan pintu kamar tamu yang ditempati Ellena. Keheningan koridor lantai dua terasa semakin nyata dan Alan menduga kuat kalau Ellena pasti sudah tertidur.Pria itu merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kunci cadangan yang dia ambil. Klik.Pintu terbuka dengan sangat pelan tanpa menimbulkan suara. Alan melangkah masuk, dan gegas menutup kembali pintu, lalu berjalan mendekati ranjang. Dugaannya benar, Ellena sudah terlelap dengan posisi menyamping.Alan menghela napas pendek, lalu mendudukkan dirinya dengan sangat hati-hati di sisi ranjang, tepat di samping tubuh istrinya. “Benar dugaanku, kamu bukan sedang alergi tapi sedang menghindariku.” Alan bernapas lega karena istrinya baik-baik saja.Lalu, dia mengulurkan tangan, merapikan ujung selimut Ellena yang sedikit berantakan dengan gerakan yang teramat lembut.Pria itu menatap wajah tidur Ellena yang tampak tenang.“Kamu itu benar-benar wanita bodoh, Ellena,” uc
続きを読む