Kepala pelayan itu menghentikan aktivitasnya, lalu membungkuk hormat dengan raut wajah bingung. “Tidak ada, Nyonya. Hari ini tidak ada kiriman paket apa pun ke rumah. Dan tidak ada titipan apa pun untuk Anda.”Ellena mengerutkan keningnya, masih penasaran. “Ingat-ingat lagi, Bi. Apa Alan ... maksudku, apa Tuan Alan meninggalkan pesan atau perintah khusus pada orang-orang rumah sebelum dia pergi pagi tadi? Mungkin soal pakaian yang harus aku pakai malam ini?”Masih ingin memastikan lagi.“Sama sekali tidak ada, Nyonya. Tuan Alan pergi tergesa-gesa dan tidak memberikan perintah apa pun kepada kami,” jawab kepala pelayan itu, bingung.“Baiklah, terima kasih, Bi,” ucap Ellena, mencoba tersenyum tipis, hatinya mendadak terasa amblas.Dia kembali melangkah naik ke kamarnya dengan perasaan dongkol yang mulai membakar dada. Begitu pintu kamar tertutup, Ellena langsung mengomeli dirinya sendiri di depan cermin.“Bodoh sekali kamu, Ellena! Untuk apa mengharapkan kejutan manis dari pria sekaku
続きを読む