Langkah Olivia langsung terhenti. Dia berbalik dengan wajah kesal dan mengerucutkan bibirnya. “Papa apa-apaan, sih? Aneh banget!” Dena ikut berkacak pinggang, menatap suaminya. “Kamu ini kenapa, Pa? Atas dasar apa kamu melarang Olivia menemui Luke? Luke itu pria tampan dan mapan, dia satu-satunya orang yang bisa kita andalkan untuk melawan Alan!” Dada Ramos bergemuruh hebat. “Ikuti saja kata-kataku! Masuk ke kamar dan jangan banyak bicara!” Membentak dengan suara rendah bergetar. Dena dan Olivia kompak menggeleng, menolak mentah-mentah perintah itu. “Olivia, Jangan dengarkan Papamu. Cepat ke kamar!” Tanpa memperdulikan Ramos lagi, Dena langsung melangkah lebar menuju ruang tengah untuk menemui tamu mereka. Sedang Olivia pun cepat ke kamar. Ramos yang panik terpaksa gegas mengekor di belakang istrinya. Di ruang tengah, Luke sudah berdiri tegak. Wajahnya datar, dingin, dan sama sekali tidak seramah kunjungannya yang kemarin. “Luke, astaga, senang sekali kamu datang,” sambut De
続きを読む