Biasanya ruang makan itu terlihat penuh dengan obrolan pagi menyenangkan antara empat orang yang saling bertanya, tetapi kali ini suasana jelas berbeda.Di sana duduk tiga orang dengan pemikiran masing-masing menatap piring terisi roti panggang dan secangkir teh hangat. Mereka mulai memakan tanpa suara hanya terdengar denting garpu."Mas, ini kopinya," kata Vero menyodorkan kopi hitam kesukaan Bagas di pagi hari."Hmm ..." hanya berupa gumaman Bagas menjawabnya.Sementara Vero mengoles selai dan Bagas memakan rotinya, Dinara duduk tegak sendoknya bergerak pelan di atas piring. Wajahnya tampak pucat dan bibirnya kering. Dia menelan dengan susah payah, menahan rasa mual yang naik turun sejak bangun tidur."Kau baik-baik saja, Nara?" tanya Vero lembut. Tatapannya mengarah pada Dinara yang pucat."Apa yang sakit?" Ada nada cemas ketika memerhatikan Dinara seperti menahan sakit.Dinara mengangkat wajahnya. Senyum kecil terukir—rapi, terkontrol.“Hanya asam lambung, Bu.” Dinara mengangkat w
آخر تحديث : 2025-12-20 اقرأ المزيد