Dua mobil melaju kencang di jalanan yang sepi tepat tengah malam. Mobil mereka layaknya sedang beradu balap, tapi sayangnya mereka bukan di arena balap.Saat ini Widipa sedang mengejar mobil Bagas yang memacu dengan kecepatan tinggi sementara itu di depan mobil Bagas meraung keras, melesat di jalanan gelap yang nyaris tanpa penerangan. Aspal sepi itu menjadi saksi kejar-kejaran berbahaya. Widipa menekan pedal gas dalam-dalam, matanya tak lepas dari lampu belakang mobil di depannya. Jarak mereka semakin dekat, tetapi Bagas jelas tak berniat berhenti."Berhentilah sekarang! Kau tidak bisa lari kemanapun sekarang, Bagas!" Danastri berseru dengan tangan terikat di belakang mobil."Jika aku tak bisa kabur maka jalan satu-satunya adalah mati bersama. Bukankah itu lebih baik, Anak manis?" Bagas tertawa pendek sembari melihat ke arah belakang."Sekarang kita mau ke mana, Tuan?" tanya anak buah Bagas yang sedang menyetir."Ke tebing bukit Purnama."Anak buah itu mengangguk sambil memutar seti
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-20 อ่านเพิ่มเติม