Tabib yang memeriksa meridian Lin Yue akhirnya menarik napas lega. “Syukurlah, aliran esensi Anda sudah mulai stabil. Dalam beberapa hari ke depan, Anda bisa—” “Tunggu.” Lin Yue membuka mata, menatap tabib itu dengan tatapan serius. “Bagaimana dengan teman-teman kami?” Tabib itu mengedip, terkejut oleh suara Lin Yue yang tiba-tiba tegas. Qingyan yang sejak tadi diam ikut angkat bicara, nada suaranya rendah namun penuh tekanan, “Rong Xue, Yan Lu’er, Wei Jun, Han Li, Su Feiyan, Chen Yuhao, Mo Ruochen, Feng Qirui, dan Bai Lian. Di mana mereka? Bagaimana kondisi mereka?” Para tabib langsung saling pandang. Wajah mereka tegang, seolah mereka sudah menduga pertanyaan itu akan muncul cepat atau lambat. Lin Yue menegakkan tubuhnya meski bahunya masih terasa berat. “Jangan bilang hanya kami yang dirawat di paviliun inti. Mereka juga ikut bertarung. Mereka juga terluka. Jangan katakan kalian membiarkan mereka sembuh sendiri.” Nada Lin Yue tidak tinggi, tapi dingin. Sangat dingin.
Read more