Shanaya sepenuhnya fokus memberikan pijatan kepada Nyonya Mariani, sama sekali tak menyadari kemarahan yang membara di balik sudut ruangan.Dia bahkan masih tertawa-tawa dan bercanda ringan bersama Nadira.Nyonya Mariani merasakan sentuhan tangan Nadira yang pas dan tepat, membuat alisnya terasa rileks. Dia tak bisa menahan diri untuk berseloroh kepada Nadira, "Kalau Winona ada di sini, pasti dia juga akan memijatku seperti ini."Winona, gadis kecil itu, bahkan sebelum usianya menginjak dua tahun, sudah ikut Nadira dan suaminya ke Kota Selatanaya saat liburan. Meski masih kecil, dia sudah pandai bicara dan cerdas melebihi anak-anak seusianya.Saat orang lain masih terbata-bata mengeluarkan kata demi kata, dia sudah bisa berbicara dengan kalimat yang lengkap.Sebagai anak bungsu di keluarga, dia terbiasa manja, pandai berkata manis, dan bersikap manja. Bahkan Tuan Haryo pun tak kuasa menolak rayuannya. Medali kehormatan milik tentara pun dia jadikan mainan tanpa membuat Tuan Haryo marah
Read more