Malam itu Leon tidak lagi menyembunyikan sisi aslinya. Tanpa ragu ia mengajak Luna ke sebuah bar, bukan sekadar untuk minum berdua, tetapi ke meja besar yang sudah ia pesan bersama teman-temannya.Sesaat sebelum masuk, Luna sempat merasakan ada yang janggal. Firasat kecil yang mengusik, mengingatkannya bahwa ia sedang melangkah ke wilayah yang berbeda dari beberapa pertemuan sebelumnya dengan Leon.Bukan karena ia polos, Luna sudah cukup mengenali dunia malam. Bar bukan hal baru. Tapi ada sesuatu dari ajakan Leon malam ini yang membuatnya ingin mundur setengah langkah.Namun Luna menepis pikirannya. Dia dewasa, dan dia tahu batasnya. Itu cukup.“Luna, sini,” panggil Leon sambil merangkul bahunya memasuki area VIP.Beberapa pria sudah duduk di sana, masing-masing ditemani perempuan yang menempel di sisi mereka. Musik berdentum, lampu temaram, aroma alkohol dan parfum bercampur jadi satu.“Bro, pacar baru?” seru salah satu teman Leon, Dion sambil terkekeh.“Calon tunanganku,” jawab Leon
Last Updated : 2025-11-30 Read more