Luna merasakan jantungnya berdetak kencang ketika Athalla mengangkat dagunya pelan. Sentuhan itu lembut, seolah Athalla takut membuatnya gugup. Padahal justru Luna yang harus menahan diri agar tidak terlihat terlalu bersemangat.“Aku masih sulit percaya ini sudah terjadi,” ucap Athalla dengan suara rendah.Luna tidak bisa menahan senyum kecil. “Kalau begitu yakinkan dirimu.”Mata Athalla berubah hangat, fokus, dan penuh keinginan yang selama ini ia tahan. Ia mengusap pipi Luna, memastikan lagi apakah ia benar-benar siap. Luna meraih tangan itu dan menggenggamnya lebih erat sebagai jawaban.Athalla menghampiri Luna, bibirnya menyentuh kening istrinya sebelum turun perlahan ke pelipis, pipi, lalu ke sudut bibir. Luna memejamkan mata, tubuhnya merespons setiap sentuhan dengan gemetar halus yang tidak bisa ia sembunyikan.Ketika Athalla akhirnya menciumnya benar-benar, Luna balas menautkan tangan di belakang lehernya, menarik pria itu lebih dekat. Ciuman mereka lambat, dalam, seperti mere
Last Updated : 2025-12-05 Read more