Mereka harus lewati tahun baru kali ini di rumah sakit.Eric jelas nggak senang. Ia merasa bawa sial kalau rayakan tahun baru di rumah sakit.Sambil menata kamar rawat inap, Puspa berkata dengan santai, “Kamu ini kenapa sih masih percaya dengan takhayul, gitu”Eric coba tawar dengan nada memohon, “Kita pulang saja, yah?”“Nggak! Dokter bilang kamu masih harus dirawat dan diawasi. Belum boleh keluar,” jawab Puspa dengan tegas.Eric coba berunding, “Kalau gitu, malam tahun baru kita pulang, tanggal satu baru kembali lagi ke sini.”Setidaknya, ia ingin sambut pergantian tahun di rumah.Puspa melotot ke Eric. “Diam dan nggak usah banyak tingkah. Jangan bikin masalah.”Puspa nggak mau Eric lakukan apa pun yang nggak menguntungkan bagi pemulihan tubuhnya.“Nggak peduli di mana pun, aku dan Toni akan temani kamu.”Kamar rawat inap bernuansa putih dingin, kaku, dan tanpa kehangatan. Namun di tangan Puspa, ruangan itu berubah jadi hangat dan nyaman.Hati Eric melembut. Tiba-tiba ia buka kedua t
Read more