Setelah serahkan hadiah, Jimmy nggak lama-lama di sana.Tangannya menekan meja dengan pelan, lalu ia tersenyum.“Aku pergi dulu. Jadilah pengantin yang cantik dan bahagia.”Setelah sampaikan ucapan selamat, Jimmy pun pamitan.Saat lewati Tania, ia sempat menggoda Wayne.“Ini anaknya Wira? Gendut dan lumayan lucu.”Jimmy sentuh pipi kecil itu.Sedang berada di fase eksplorasi, Wayne refleks genggam jarinya dan masukkan itu ke mulut.“Eh, nggak boleh.”Tania segera coba hentikan, namun sudah terlambat.Jari Jimmy sudah terlanjur digigit Wayne. Untungnya, si bayi belum bergigi, tentu saja nggak terasa sakit.“Benar-benar anak rakus.”Jimmy tarik kembali tangannya. Jarinya penuh air liur, tapi ia nggak ambil pusing.Setelah pamitan singkat, ia pun pergi.Pintu ruang istirahat kembali tertutup.Di dalam ruangan kini hanya tersisa Puspa, Tania, serta Wayne yang masih belum bisa bicara.Tania berkomentar, “Kalau kulihat, Jimmy jauh lebih enak dipandang dibanding bajingan itu.”Sambil bicara,
続きを読む