Jauh di utara, di perbatasan negeri yang beku, cuaca bahkan lebih kejam.Badai salju melanda dengan sangat hebat. Angin meraung seperti binatang buas yang lapar. Salju turun sangat lebat hingga tidak bisa melihat lebih dari beberapa langkah.Di tengah badai itu, berkemah pasukan kekaisaran. Tenda-tenda besar berdiri kokoh melawan angin. Api unggun menyala di depan setiap tenda, berusaha melawan dingin yang menusuk tulang.Di tenda komando yang paling besar, Jenderal Arka Wirawan duduk di kursi kayu dengan mantel bulu tebal menutupi tubuh.Wajahnya tampak sangat lelah. Jenggot sudah memutih di beberapa bagian. Mata yang dulu tajam kini terlihat sayu.Di tangannya, sebuah surat dengan segel kekaisaran. Surat yang baru tiba pagi ini, dibawa oleh utusan khusus yang menempuh perjalanan lima hari di tengah badai.Ia membaca surat itu dengan sangat lambat. Setiap kata membuat wajahnya semakin merah. Tangan gemetar memegang kertas.Surat itu menyebutkan bahwa Maya Tanaka, istri keduanya, dan
Last Updated : 2025-11-13 Read more