Pagi setelah pelantikan, Aula Medis dipenuhi bau ramuan yang sangat menyengat. Tabib Handoko duduk di meja kerjanya yang dipenuhi botol, mangkuk, dan alat pengukur.Di hadapannya, sebuah mangkuk kecil berisi cairan berwarna kehijauan. Cairan yang diambil dari tubuh bayi Selir Anita yang sudah mati.Handoko meneteskan cairan itu ke kertas putih khusus yang direndam ramuan pendeteksi racun. Kertas itu langsung berubah warna menjadi hitam pekat."Racun," gumamnya sambil mengerutkan kening sangat dalam. "Racun yang sangat kuat. Menyerang organ dalam bayi, bukan orang dewasa. Sangat halus dan sangat jahat."Ia mengambil mangkuk lain. Mangkuk yang berisi residu dari cawan yang ditemukan di Paviliun Bunga Persik.Meneteskan ke kertas yang sama. Kertas berubah menjadi hitam, hampir sama pekatnya dengan tes pertama."Jejak racunnya mirip," bisiknya sambil membandingkan kedua kertas. "Tidak persis sama. Tapi cukup mirip untuk membuat orang bodoh langsung menuduh tanpa berpikir."Pintu aula terb
Last Updated : 2025-11-17 Read more