Share

Bab 557

Penulis: Vannisa
Suasana hati Easton sangat baik. Sudut bibirnya sedikit terangkat, menampilkan senyum penuh rasa sayang. "Tidur lagi sebentar. Nanti turun untuk makan."

Maggie membenamkan wajahnya ke dalam selimut, bulu matanya terkulai saat dia mengangguk. Sepasang matanya yang jernih tampak lembap dan penuh perasaan.

Easton menunduk mencium pipinya, lalu berkata puas, "Anak baik."

Maggie mengerutkan wajah kecilnya dan mengusap pipinya dengan ekspresi jijik. Gerakan kecil yang hampir tidak terlihat itu tetap t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 557

    Suasana hati Easton sangat baik. Sudut bibirnya sedikit terangkat, menampilkan senyum penuh rasa sayang. "Tidur lagi sebentar. Nanti turun untuk makan."Maggie membenamkan wajahnya ke dalam selimut, bulu matanya terkulai saat dia mengangguk. Sepasang matanya yang jernih tampak lembap dan penuh perasaan.Easton menunduk mencium pipinya, lalu berkata puas, "Anak baik."Maggie mengerutkan wajah kecilnya dan mengusap pipinya dengan ekspresi jijik. Gerakan kecil yang hampir tidak terlihat itu tetap tertangkap oleh tatapan dalam pria itu.Easton mengerutkan kening, sengaja ingin menggodanya. Kedua tangannya bertumpu di sisi tempat tidur, lalu dia menunduk dan menjatuhkan satu demi satu ciuman di wajah lembut Maggie.Maggie ingin menghindar, tetapi pergelangan kakinya sudah ditahan oleh sepasang tangan yang besar. Dia tidak bisa bergerak, hanya bisa duduk di tempat tidur dengan wajah cemberut."Kamu jijik sama aku?" Easton mengerutkan kening dan menatapnya dengan sorot mata dalam.Maggie mema

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 556

    "Terlambat!"Easton sudah sama sekali tidak ingin terlihat dingin seperti penampilannya. Dia menyeringai lebar dengan senyuman bodoh. Dengan sedikit gugup, dia tetap berlutut di lantai, lalu memasangkan cincin itu ke jari manis tangan kanan Maggie dengan sungguh-sungguh.Dia sulit menenangkan perasaannya. Dia menggenggam tangan Maggie dan menunduk mencium punggung tangannya."Segitu senangnya?" Hati Maggie terasa lembut sekaligus sedikit perih. Tangannya terangkat menyentuh tengkuk Easton.Suasana hati Easton benar-benar bagus. Wajahnya segar dan berseri-seri. Dia mendongak meminta ciuman yang panjang dan dalam."Gaun pengantinmu mau yang haute couture dari merek mewah atau rancangan desainer yang dibuat khusus sesuai ukuran? Atau bulan depan kita terbang ke Paris saja, temui langsung desainer brand dan pesan beberapa model sesuai selera kamu.""Pernikahan tetap harus diadakan. Dengan latar belakang keluargaku ada beberapa batasan, jadi mungkin harus dilakukan di dalam negeri. Tapi kit

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 555

    Maggie sendiri tidak tahu bagaimana semuanya bisa berlanjut seperti itu. Dia hanya merasa tubuhnya sudah dipeluk Easton dan dibawa ke kamar mandi. Suara air mengalir deras, sementara kesadarannya perlahan terasa melayang.Saat hampir mencapai puncak kelelahan, dia menahan tubuhnya di tepi bak mandi dan sempat berpikir, 'Bagaimanapun juga aku nggak hamil, nggak ada yang perlu ditakutkan.'Dia mulai menjadi lebih aktif, sedikit bersikap manja dan menyenangkan hati. Meski masih agak canggung, hal itu tetap membuat Easton merasa senang."Lain kali jangan sebodoh itu. Kalau nanti ada yang mengganggu kamu lagi, kamu mau gimana?" Easton menunduk mencium pipinya, lalu memeluknya ke dalam pelukan."Cari kamu."Easton terlihat sangat puas. Sudut bibirnya terangkat. "Ya, sudah pintar."Air memercik ke mana-mana. Maggie kelelahan sampai tidak mampu mengucapkan satu kalimat pun. Dia menggenggam lengan bawah Easton dan memohon dengan pelan, "Boleh ke tempat tidur dan rebahan sebentar?"Easton mengan

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 554

    Easton memang masih marah, tetapi dia tetap berjongkok membantu Maggie mengganti sepatu. Setelah itu dia menggulung lengan kemejanya, duduk di sofa, lalu menuang segelas air dan meminumnya perlahan."Masih nggak mau ke sini? Berdiri di sana mau dihukum ya?" Easton melirik orang yang masih berdiri kikuk di area pintu masuk.Maggie diam-diam mengamati ekspresinya dan meletakkan tas, lalu berjalan pelan menghampirinya."Ke sini. Kita bicara." Easton menepuk sofa di sebelahnya. Alisnya masih tajam, sisa amarah masih terlihat di wajahnya. Jelas dia belum benar benar tenang.Maggie menyentuh saku bajunya. "Aku mau ke toilet dulu. Tunggu aku sebentar boleh?"Easton tidak menjawab. Dia kembali menggigit sebatang rokok, lalu menyadari Maggie masih berdiri menatapnya.Entah kenapa, separuh amarahnya langsung menguap. Dia sengaja mengangkat kelopak mata dan menggoda, "Kenapa? Perlu aku gendong ke atas?"Maggie menggeleng dengan cepat, lalu setelah sadar, dia berlari kecil menaiki tangga ke lantai

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 553

    Tangan Easton sangat indah. Jarinya putih bersih dan jenjang, buku jarinya tegas. Dia mematahkan ujung kapas antiseptik itu dengan ringan, cairan povidone iodine mengalir sepanjang tabung kecil dan membasahi ujung kapas di sisi lain.Gerakannya sudah sangat lembut, tetapi Maggie tetap tersentak kesakitan. Dia menarik napas tajam dan memaksa air matanya tertahan."Sakit?" Easton mengerutkan kening dan menarik tangannya.Maggie mengangguk dan bersuara lirih, "Iya."Easton merasa marah sekaligus kasihan. "Dia pukul kamu di mana lagi?"Maggie menggeleng dan tidak berani bicara lagi. Dia tahu betul temperamen buruk Easton. Kalau dia menirukan kata kata makian Nancy apa adanya, mungkin sekarang juga Easton akan menyetir ke rumah sakit dan mencabut habis rambut Nancy."Kamu melawan nggak?" Easton tiba tiba menatapnya tajam. "Bicara. Kamu jadi bisu lagi ya?"Maggie meliriknya dengan kurang percaya diri. "Nggak."Easton tersedak amarah. Dia masih tidak rela dan terus mendesakkan pertanyaan, "Ke

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 552

    Apoteker yang mengenakan jas putih menatap Maggie. "Bagian mana yang kurang sehat? Mau beli obat apa?""Test pack. Yang paling akurat."Orang itu meliriknya sejenak, lalu mengambil satu kotak dan memindainya di mesin kasir. "Seratus enam puluh ribu."Kulit kepala Maggie masih terasa perih karena ditarik. Dia mengangkat tangan menyentuhnya, di ujung jarinya ada sedikit darah. Dia menambahkan satu kotak kapas antiseptik povidone iodine.Kasir kembali memindai barcode. "Totalnya 200 ribu."Setelah membayar, Maggie langsung membuka kotak test pack itu. Isinya dua buah. Dia menyelipkannya ke dalam saku bajunya, lalu membuang kotaknya ke tempat sampah di dalam toko.Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membawa kotak kapas antiseptik itu keluar dari apotek. Tepat saat itu, Easton yang sudah selesai membeli makanan dan keluar dari gang.Tatapan mereka bertemu. Maggie merasa jantungnya hampir melonjak keluar.Easton mengangkat kepala dan melirik papan nama apotek di belakangnya. Alisnya sedikit

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status