Hutan ini semakin gila. Satu demi satu orang dari masa laluku muncul. Ada Mbak Susi, Mbak Wina, dan Mas Deni, tetangga apartemenku. Mereka menyapa, mengajakku mampir seolah-olah kami sedang berada di koridor bangunan beton, bukan di tengah hutan angker.Lalu muncul Ardi, sahabat baikku. "Bim! Lu ke mana aja? Ayo balik, Bang Hadi nyariin lu di gym!" Di sampingnya ada Mbak Renata, Pak Hadi, dan rekan-rekan arsitekku dulu. Nadira dan Mbak Dini juga ada di sana.Semua orang yang pernah mengisi hidupku hadir dalam barisan halusinasi yang menyesakkan. Aku melihat Bang Hadi dan Mas Putra dari tempat gym, hingga Om Adit dan Tante Diana yang menatapku sinis. Lalu, Papa Adrian muncul bersama Tante Sarah, tersenyum bangga padaku.Puncaknya, aku melihat Ibuku. Dia sedang bersama Pak Kades. Ingatan itu menghantamku seperti godam. Malam itu, Pak Kades melamar Ibuku. Aku sangat menentangnya karena aku tahu pria itu hanya ingin memanfaatkan Ibu. Dan benar saja, berkat bantuan Papa Adrian, terbukti P
Terakhir Diperbarui : 2026-02-14 Baca selengkapnya