"Nggak apa-apa sih, cuma auranya beda aja. Kayak bukan orang sembarangan. Gaya jalannya, cara dia menatap... berwibawa banget," jawab Shani sambil tersenyum misterius. "Oh iya, Mas... aku dengar dari Mbak Susi, Mas Bima lagi sedih ya karena pacarnya pergi jauh? Jangan sedih terus dong, kan ada penghuni baru yang siap menemani latihan setiap hari."Aku mengerutkan kening. Shani ini benar-benar agresif dan selalu ingin tahu urusan pribadiku. "Shani, fokus ke latihanmu. Kalau kamu lebih banyak bicara daripada bergerak, jadwal latihan ini tidak akan efektif."Shani mengerucutkan birainya. "Ih, galak banget sih. Aku kan cuma mau menghibur."Malam harinya, setelah sesi latihan yang melelahkan, aku kembali ke unit. Aku duduk termenung, menatap ponsel yang sepi dari notifikasi Sabrina. Tiba-tiba, pintu unitku diketuk. Aku membukanya dan mendapati Mbak Wina berdiri di sana membawakan sepiring pisang goreng hangat."Mas Bima, ini Mbak bawakan camilan. Tadi Mas Deni nanyain, katanya Mas Bima kok
最終更新日 : 2026-01-22 続きを読む