Chapter 102Menghadapinya Seorang Diri Aneesa menyandarkan kepalanya di lengan Marcello. “Kalak kita akan bersama-sama membuat prestasi, saling mendukung dalam segala hal hingga di ruang belajar kita rak-raknya penuh dengan piala.” Marcello setuju dengan ucapan Aneesa dan berhenti di depan pintu kabin lalu memeluk Aneesa dengan lembut. “Anak-anak kita pasti akan sangat bangga memiliki ibu sepertimu.” “Mereka juga bangga memiliki ayah sepertimu, ayah yang sangat mencintai ibu mereka,” kata Aneesa pelan dan serak, “Marcello, aku ingin keluarga yang harmonis, seperti keluargamu. Ayah dan ibumu penuh cinta, aku ingin anak-anak kita kelak mendapatkan cinta seperti yang kau mendapatkan di keluargamu.” Marcello mengecup kening Aneesa dengan lembut lalu berkata, “Aku bisa tidak menjanjikan kehidupan yang sempurna, tetapi aku pasti akan berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan keinginanmu.” Aneesa mengangguk pelan, di matanya tidak ada keraguan terhadap Marcello. Ia berjinjit seraya melin
Last Updated : 2025-12-23 Read more